SEMARANG, suaramerdeka.com – Aktivis antikorupsi Jawa Tengah, Eko Haryanto meminta agar aparat penegak hukum proaktif menindaklanjuti dan menangani dugaan pemotongan dana bantuan operasional (BOP) Pondok Pesantren di masa pandemi Covid-19. Secara nasional bantuan tersebut nilainya hampir mencapai Rp 2,6 triliun. Inspektorat Kementerian Agama RI, beberapa bulan lalu telah mengendus dugaan pemotongan bantuan pondok pesantren tersebut di beberapa daerah, terutama di Jawa Barat, dengan jumlah yang bervariasi.

”Aparat penegak hukum di Jawa Tengah harus proaktif. Modus dugaan pemotongan bantuan operasional atau bansos terjadi di beberapa tempat yang dilakukan oknum tertentu. Masyarakat yang mengetahui juga diminta melapor. Dana-dana bantuan seperti ini sangat rawan diselewengkan,” kata mantan Koordiantor KP2KKN Jateng, Eko Haryanto, Sabtu (9/1).

Modus pemotongan bantuan-bantuan seperti itu, biasanya dilakukan saat berlangsung pencairan. Kemudian ada ancaman kepada penerima, untuk tidak melaporkan pemotongan tersebut dengan alasan kesepakatan bersama. Bila penerima melapor atau menolak, maka tidak akan mendapat bantuan tahap berikutnya. Eko mengakui pengurus pondok pesantren bakal enggan mengungkapkan pemotongan BOP Covid-19 tersebut.

”Kita yakin pemotongan bantuan-bantuan dalam rangka pandemi Covid-19 ini sangat banyak terjadi. Harusnya di Jawa Tengah juga bisa mengungkap itu,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Dewan Kerja Nasional (DKN) Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan, ketika dihubungi menjelaskan, dalam berbagai forum berharap agar Tim Pelaksana BOP Covid-19 Pondok Pesantren, mengembalikan pungutan-pungutan yang keterlaluan tersebut. Didik mengungkapkan, bila hal itu dilakukan maka bakal kualat. Didik berharap agar aparat penegak hukum yang sudah mendapatkan laporan segera menindak lanjuti hasil temuan tersebut. Lalu kepada pondok pesantren yang merasa dipotong silahkan melaporkan kasus tersebut.

Seperti diketahui, sejak Agustus 2020 Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19. Anggaran ini disalurkan dalam bentuk Bantuan Operasional (BOP) untuk 21.173 pesantren. Rinciannya, untuk 14.906 pesantren dengan kategori kecil (50-500 santri) mendapat bantuan Rp 25 juta. Lalu 4.032 pesantren kategori sedang (500-1.500 santri) mendapat Rp 40 juta. Kemudian 2.235 pesantren kategori besar (di atas 1.500 santri) mendapatkan bantuan Rp 50 juta. Bantuan operasional ini dicairkan bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *