KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tetap menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar di wilayah Kota Batik tersebut. PJJ akan diterapkan selama semester genap tahun 2021 ini.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Unang Suharyogi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu(6/1/2021). Menurutnya, rutinitas belajar secara daring sebagai langkah menyiasati keterbatasan gerak siswa akibat pandemi Covid-19 memang berdampak, baik bagi pelajar, orang tua siswa, maupun tenaga pendidik. Mereka merasakan kelelahan fisik dan psikologis karena harus menatap layar gawai hampir setiap hari.

“Awalnya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring  orang tua senang karena anaknya bisa sekaligus belajar teknologi, tetapi lama-kelamaan merasa jenuh karena bagaimanapun peran guru tidak mudah digantikan oleh orang tua,” terangnya.

Disampaikan Unang, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk mendorong pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode yang berbeda agar materi ajar dapat disampaikan kepada anak didik dengan baik dan menyenangkan.

“Pembelajaran jarak jauh di semester baru nantinya harus berorientasi pada aktivitas anak. Bahan ajar dan juga tugas-tugas yang diberikan dari sekolah tidak lagi hanya menekankan pada teori, melainkan akan lebih bersifat merangsang anak untuk beraktivitas secara kreatif di rumah masing-masing,” ujar Dede.

Lebih lanjut, kurikulum yang dipergunakan masih sama dengan kurikulum tahun lalu, yakni sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus dengan mengupayakan PJJ.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Dindik melalui PJJ. Menurutnya, di tengah pandemi ini, dunia pendidikan cukup merasakan dampaknya dengan tidak diberlakukannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka.

Lebih lanjut, Saelany mengungkapkan banyak hambatan dan rintangan yang kerap ditemui insan pendidikan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, terutama di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian, dirinya yakin bahwa para pendidik di Kota Pekalongan dapat mengubah rintangan tersebut menjadi tantangan dalam proses transfer ilmu kepada anak-anak didiknya.

“Para insan pendidikan ini memiliki sumbangsih besar dalam pembangunan pendidikan di Kota Pekalongan, apalagi kami mengapresiasi tren Indeks pembangunan manusia (IPM) terus meningkat dan tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan yang berhasil meningkatkan IPM yang berbanding lurus dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan,” paparnya.

Saelany menegaskan, Pemkot Pekalongan belum mengizinkan KBM tatap muka di seluruh jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan Dindik Kota Pekalongan. Hal itu lantaran kasus Covid-19 di Kota Pekalongan belum mereda dan kembali masuk dalam peta risiko tinggi (zona merah) di Jawa Tengah.

“KBM tatap muka kami belum izinkan dibuka, masih terus kami kaji lagi. Sehingga, kami meminta untuk para insan pendidikan bisa terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas dalam memberikan pembelajaran yang menarik kepada anak didiknya, seperti yang telah Pemkot Pekalongan fasilitasi melalui media Batik TV dan Radio Kota Batik,” pungkasnya.

Penulis: Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Diskominfo Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *